Time

Selasa, 13 Maret 2012

Tugas 2

Baik Buruknya Perekonomian Indonesia

            Pemerintah adalah ibarat nahkoda yang sedang menjalankan sebuah kapal. Didalam jangka pendek ia harus dapat menjaga kondisi kapalnya agar terhindar dari berbagai ancaman dalam perjalanan. Sedangkan didalam jangka panjang, nahkoda tersebut harus berusaha agar dapat mencapai tujuan yang dicita-citakan. Namun pada kenyataannya, untuk mencapai tujuan tersebut tidak semulus yang direncanakan, banyak sekali rintangan dan masalah yang siap menghadang dan harus dipecahkan.
            Itulah kira-kira gambaran peran pemerintah didalam kehidupan perekonomian suatu negara, khususnya Indonesia. Didalam jangka panjang pemerintah harus mengantarkan masyarakat Indonesia kepada kemakmuran, kesejahteraan lahir dan batin, sera harus menghadapi masalah jangka panjang yaitu masalah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan didalam jangka pendek pemerintah dituntut untuk selalu dapat membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif/mendukung semua pihak.
            Keadaan ekonomi Indonesia pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh inflasi yang sangat tinggi dan adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah RI melakukan berbagai cara, diantaranya adalah dengan melaksanakan Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946. Selain itu, pemerintah juga berupaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India seberat 500000 ton, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Kehidupan ekonomi Indonesia hingga saat ini belum berhasil dengan baik dan tantangan yang menghadangnya cukup berat. Tantangan tersebut diantaranya dengan semakin tingginya tingkat inflasi dan pengangguran di Indonesia. Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan  terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus. Sedangkan, pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan. Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.
Terus memburuknya perekonomian global semakin dirasakan dampaknya pada perekonomian domestik selama triwulan I-2009. Hal tersebut mengakibatkan perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Perlambatan tersebut selain disebabkan oleh kinerja ekspor yang turun juga dikarenakan mulai melemahnya daya beli masyarakat. Meski demikian, berlangsungnya aktivitas ekonomi selama dilakukannya pesta demokrasi dalam rangka Pemilihan Umum, diperkirakan mampu menahan lebih jauh perlambatan ekonomi domestik. Ke depan, pada tahun 2009 perekonomian masih dihadapkan pada ketidakpastian pemulihan ekonomi global sehingga perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh lebih rendah dari yang diperkirakan pada awal tahun sebesar 4,0-5,0%. Dengan mempertimbangkan perkembangan dan prospek perekonomian tersebut, pada April 2009, Bank Indonesia kembali menurunkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 7,5%. Penurunan BI Rate ini adalah kali kelima sejak Desember 2008. Secara akumulatif (Des 08-April 09), BI Rate telah turun sebesar 175 bps.
Selama triwulan I-2009, pertumbuhan ekonomi diprakirakan sebesar 4,6%. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pertumbuhan mengalami perlambatan terutama ekspor. Namun demikian, aktivitas ekonomi selama berlangsungnya pesta demokrasi yang ditandai oleh kampanye partai politik dan pelaksanaan pemilu di seluruh Indonesia, diperkirakan dapat mencegah perlambatan konsumsi masyarakat yang lebih dalam.Kecenderungan penurunan tekanan inflasi terus berlanjut. Tekanan inflasi selama triwulan I-2009 masih cenderung menurun mencapai 0,36% (secara triwulanan, qtq) atau 7,92% (secara tahunan, yoy). Penurunan tekanan inflasi tersebut terutama disebabkan oleh masih berlanjutnya dampak langsung dan tidak langsung dari penurunan BBM. Selain itu membaiknya ekspektasi inflasi serta melemahnya permintaan domestik juga menjadi penyumbang dari rendahnya tekanan inflasi. Sementara itu, tekanan dari harga-harga barang yang dikendalikan pemerintah (administered prices) dan harga makanan bergejolak (volatile food) juga masih rendah terkait dengan terjaganya produksi pangan domestik.
Di pasar keuangan, tekanan terhadap pasar keuangan dirasakan masih terus berlangsung walaupun membaik di akhir triwulan. Tekanan tersebut terkait dengan kinerja perusahaan-perusahaan yang belum membaik, dan masih tingginya persepsi risiko para pemilik modal. Namun, di penghujung triwulan I-2009, muncul sentimen positif di pasar keuangan sehubungan dengan bertambahnya cadangan devisa terkait dengan penerbitan global bond Pemerintah RI, peningkatan jumlah Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan Pemerintah Jepang, dan penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan Bank Sentral China.



Mankiw, N. Gregory. 1990. Teori Makroekonomi Edisi Kelima. Jakarta : Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar