Time

Kamis, 12 Januari 2012

Pengelolaan Sampah


Pengelolaan Sampah untuk Mengurangi Dampak Negatifnya terhadap Lingkungan
Oleh Ade Fajar Kurniawati

          Sampah adalah semua benda atau produk sisa dalam bentuk padat sebagai akibat aktivitas manusia yang dianggap tidak bermanfaat dan tidak dikehendaki oleh pemiliknya atau dibuang sebagai barang tidak berguna. Aktivitas keseharian kita memproduksi banyak sampah, sejak bangun pagi, buka pintu, mulai membuang sampah, saat sarapan pagi, makan siang, makan malam, menyisakan sampah. Sampai larut malam menyaksikan TV kita masih memproduksi sampah, bahkan akan berangkat tidurpun masih juga mengeluarkan sampah. Sampah yang kita hasilkan tidak hanya berasal dari makanan serta bungkusnya, tapi juga berbagai aktivitas yang kita lakukan. Kehadiran sampah memang menyebalkan, menjijikkan, mengganggu udara dan penciuman, mengganggu pemandangan dan yang paling buruk mengganggu kesehatan.
          Sampah yang merupakan material sisa kehadirannya selalu tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses, proses di tubuh,  di dapur, di pabrik atau di lingkungan sekitar kita. Saat ini sebagian besar wilayah di Indonesia telah tercemari oleh tumpukan sampah dimana-mana, sehingga menyebabkan lingkungan yang kotor dan mudah terjangkit berbagai penyakit. Secara umum, sampah yang ditemukan pada TPA merupakan sampah organic yang mudah terurai sebesar 60-70 persen. Sampah ini terdekomposisi dengan adanya limpasan air hujan bentuk lindi (air sampah), bau menyengat dan gatal apabila terkena kulit. Tumpukan sampah yang beraneka ragam  menjadikan lindi mengandung logam berat, salah satu bahan beracun. Banyak material sampah membutuhkan waktu cukup lama untuk terurai oleh alam. Persoalan sampah tidak hanya menyangkut problem sampah, namun menyangkut perilaku dan budaya masyarakat itu sendiri. Perilaku buruk masyarakat harus terus diingatkan bagaimana memperlakukan sampah sebagaimana mestinya. Bila hal ini terabaikan, baying-bayang bencana banjir dan penyakit akan terus menghantui disetiap pergantian musim.
          Salah satu wilayah yang banyak ditemukan tumpukan sampah adalah wilayah ibukota. Didaerah pinggiran kota banyak sekali ditemukan tumpukan sampah yang menimbulkan bau busuk. Sampah-sampah tersebut berasal dari barang-barang kebutuhan hidup manusian yang dianggap sudah tidak bermanfaat oleh pemiliknya. DKI Jakarta adalah kota yang terdiri atas gedung-gedung bertingkat didalamnya. Hampir sebagian wilayah Jakarta dipadati oleh gedung-gedung pencakar langit sehingga Jakarta hanya memiliki sedikit lahan kosong yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh warga Jakarta itu sendiri sebagai tempat pembuangan sampah (TPS). Selain itu, kebiasaan warga lainnya adalah membuang sampah ke sungai. Mereka tidak pernah berpikir panjang terhadap dampak yang suatu saat dapat terjadi akibat kebiasaan buruk tersebut dan mereka hanya berpikir bagaimana caranya agar sampah-sampah tersebut tidak menumpukdi rumah mereka yaitu dengan cara dibuang ke aliran sungai agar terbawa hanyut oleh air yang deras. Akibatnya, sungai tersumbat dan timbul lah banjir.
          Sampah merupakan musuh terbesar lingkungan. Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan, baik lingkungan darat, udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan oleh sampah misalnya sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit. Salah satu bentuk pencemaran udara yang ditimbulkan oleh sampah misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap,debu dan gas-gas beracun. Selaini tu, bentuk pencemaran pada perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sunga. Ditinjau dari segi kesehatan, tempat-tempat penumpukan sampah merupakan lingkungan yang baik bagi hewan penyebar penyakit seperti lalat, kecoa, nyamuk tikus dan bakteri pathogen. Adanya hewan-hewan penyebar penyakit tersebut mudah tersebar dan menjalar ke lingkungan sekitar sehingga akan memudahkan membantu penularan penyakit seperti diare,thypus,cholera,disentri, malaria, dll.
          Selain menimbulkan dampak negatif pada berbagai segi kehidupan diatas, sampah juga memiliki dampak negatif terhadap keadaan social dan ekonomi di masyarakat. Ditinjau dari segi sosial, permasalahan sampah dapat berkaitan dengan nilai kerukunan. Orang yang sering membuang sampah disekitar tempat tinggalnya dan mencemari lingkungan dapat menimbulkan ketidaksenangan tetangganya. Hal ini dapat menimbulkan keretakan hubungan antara tetangga. Sedangkan ditinjau dari segi ekonomi, pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. Selain itu, pengelolaan sampah yang tidak memadai akan menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan-pembiayaan secara langsung yaitu untuk mengobati orang sakit dan pembiayaan secara tidak langsung yaitu tidak mau bekerja sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas.
          Untuk mencegah berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan sampah yang melampaui batas, maka perlu dilakukan upaya pengelolaan sampah agar tidak semakin merugikan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Sampah sebaiknya dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk dikelola lebih lanjut. Untuk sampai ke TPA perlu mekanisme penanganan yang terpadu. Bermula dari sampai yang dikumpulkan di rumah kemudian dibuang di TPS (Tempat Pembuangan sementara) yang selanjutnya diangkut ke TPA untuk dikelola lebih lanjut.
          Pengelolaan sampah sendiri didefinisikan sebagai pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan atau pembuangan dari material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan dan keindahan. Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal. Pengelolaan sampah merupakan proses yang bertujuan untuk mengubah sampah menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup. Tiga metode yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah yaitu dengan menggunakan metode pembuangan, daur ulang serta metode penghindaran/pengurangan.
          Dalam metode pembuangan dapat dilakukan dengan cara penimbunan darat dan pembakaran/pengkremasian. Proses penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas pertambangan atau lubang-lubang dalam. Sedangkan dalam proses pembakaran adalah menggunakan metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Metode daur ulang itu sendiri didefinisikan sebagai proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali. Dalam metode ini cara yang paling mudah digunakan adalah dengan mengambil atau mengumpulkan sampah yang telah dibuang, contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Metode berikutnya yang digunakan pada proses pengelolaan sampah adalah dengan menggunakan metode penghindaran dan pengurangan. Pada metode ini, proses pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara meminimalisasi sampah.
          Pengelolaan sampah yang dilakukan dengan baik tentu akan sangat bermanfaat terhadap keadaan lingkungan. Lingkungan akan menjadi asri, bersih dan sehat sehingga terasa semakin nyaman untuk dihuni oleh mahluk hidup, khususnya manusia. Selain itu, pengelolaan sampah sangat bermanfaat terhadap penghematan sumber daya alam, energy dan lahan TPA. Upaya tersebut dapat dimulai melalui hal kecil yaitu dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan kecil tersebut akan sangat terasa sangat bermanfaat terhadap kelestarian lingkungan sekitar kita agar lingkungan kita dapat terhindar dari berbagai bencana, seperti banjir dan tanah longsor. Melihat sulitnya material sampah terurai, perlu memberikan pendidikan atas perilaku buruk yang telah dilakukan selama ini, masyarakat dapat imbauan, diajak dan diberikan informasi yang tepat dan menarik dengan penyediaan sarana dan prasarana, serta penegakan hokum yang tegas. Diberikan pengertian bagai mana warga bersikap berani menegur orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Sehatnya suatu kota maupun desa tergantung bagaimana masyarakat memperlakukan sampah. Bilamana sampah masih berserakan dimana-mana, pertanda dikawasan tersebut tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih rendah pastilah lingkungan belum sehat. Oleh karena itu, sangat diperlukan kesadaran dari setiap individu untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Hutan di Indonesia


Penyebab, Dampak dan Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
1.     Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
       Pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Upaya pelestarian tersebut pun dilakukan agar mahluk hidup khususnya manusia dapat hidup dengan nyaman dan terhindar dari berbagai bencana alam yang dapat mengancam kelangsungan hidup mereka. Selain itu, upaya tersebut dilakukan agar kekayaan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin dan agar kekayaan sumber dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang inilah penulis ingin lebih dalam mengetahui tentang :
a)     Apa penyebab kerusakan hutan di Indonesia?
b)    Apa dampak kerusakan hutan di Indonesia?
c)     Bagaimana upaya pelestarian hutan di Indonesia?

1.3  Tujuan Penulisan
a)     Untuk mengetahui penyebab kerusakan hutan di Indonesia.
b)    Untuk mengetahui dampak kerusakan hutan di Indonesia.
c)     Untuk mengetahui upaya pelestarian hutan di Indonesia.

1.4  Metode Penulisan
 Dalam karya ilmiah ini penulis menggunakan bahan-bahan dari internet.

2.     Penyebab, Dampak dan Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia

2.1 Penyebab Kerusakan Hutan di Indonesia
            Selama sepuluh tahun terakhir, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun. Selain kebakaran hutan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997 yang membuat hamper 70 persen hutan trbakar, kerusajan hutan bertambah ketika penebangan liar marak terjadi. Penebangan liar telah merusak segalanya, mulai dari ekosistem hutan sampai perdagangan kayu hutan. Lantaran hanya dibebani ongkos tebang, tingginya penebangan liar juga membuat harga kayu rusak. Persaingan harga kemudian banyak membuat industry kayu resmi terpaksa gulung tikar.
            Selain itu, lemahnya pengawasan lapangan penebangan resmi juga member andil tingginya laju kerusakan hutan di Indonesia. Penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan itu. Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar.
            Indonesia memiliki harapan bahwa dengan ditebangnya hutan-hutan di Indonesia justru akan mendapatkan devisa yang banyak dan yang sebenarnya justru menguntungkan, tetapi sayangnya Indonesia salah menggunakan hutan. Pada kenyataannya, efek dari berkurangnya hutan ini pun meluas, tampak pada aliran sungai yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk hutan, sementara perburuan liar telah menurunkan populasi dari beberapa spesies yang mencolok, diantaranya orang utan, harimau Jawa dan Bali, serta badak Jawa dan Sumatera.

2.2 Dampak Kerusakan Hutan di Indonesia
Dengan semakin berkurangnya hutan di Indonesia, maka sebagian besar kawasan di Indonesia merupakan kawasan yang rentan akan bencana, seperti kekeringan maupun tanah longsor. Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan tumbuhan dan  hewan yang beragam yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan juga merupakan sumber kehidupan bagi rakyat Indonesia. Hutan merupakan penghasilan makanan, obat-obatan, serta menjadi tempat hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Seiring dengan makin meningkatnya kerusakan hutan di Indonesia, semakin tinggi juga meningkatnya kerusakan hutan di Indonesia, semakin tinggi juga tingkat kemiskinan di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan tumbuhan dan hewan yang beragam yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Para ilmuan dari berbagai belahan dunia telah membuktikan hubungan langsung antara kerusakan hutan dengan bencana banjir dan longsor, konflik dengan masyarakat, hilangnya keanekaragaman hayati, timbulnya kebakaran hutan dan juga sebagai salah satu faktor pemicu perubahan iklim global. 

2.3 Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
Berikut di bawah ini adalah teknik dan cara yang dapat di gunakan untuk menjaga hutan kita tetap terjaga dari tangan-tangan perusak jahat. Perambahan hutan tanpa perencanaan dan etika untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya sangatlah berbahaya karena dapat merusak alam dan habitat serta komunitas hewan yang ada di dalamnya.
a)     Mencegah cara lading berpindah/perladangan berpindah-pindah
Terkadang para petani tidak mau pusing  mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya, lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.
b)    Waspada dan hati-hati terhadap api
Hindari membakar sampah, membuang puntung rokok, membuat api unggun, membakar semak, membuang obor, dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jika menyalakan api di dekat atau di dalam hutan harus di awasi dan di pantau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk. Kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan manusia dan hewan di sekitar lokasi kebakaran dan juga tempat yang jauh sekalipun jika asap terbawa angin kencang.
c)     Reboisasi lahan gundul dan metode tebang pilih
Kombinasi kedua teknik adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh para pemilik sertifikan HPH (Hak Pengelolaan Hutan). Para perusahaan penebang pohon harus memilih-milih pohon mana yang sudah cukup umur dan ukuran untuk ditebang. Setelah menebang satu pohon sebaiknya diikuti dengan penanaman kembali beberapa bibit pohon untuk menggantikan pohon yang ditebang tersebut. Lahan yang telah gundul dan rusak karena berbagai hal juga diusahakan dilaksanakan reboisasi untuk mengembalikan pepohonan dan tanaman yang telah hilang.
d)    Menempatkan penjaga hutan/polisi kehutanan
Dengan menempatkan satuan pengaman hutan yang jujur dan menggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mampu menekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagi para pelaku kejahatan hutan diberikan sanksi yang tegas dan dihukum sebrat-beratnya. Hutan adalah aset/harta suatu bangsa yang sangat berharga yang harus dipertahankan keberadaannya demi anak cucu dimasa yang akan datang.
3.     Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan
Untuk mengetahui bentuk pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian hutan di Indonesia, kita harus mempelajari ketiga aspek yang menyangkut hal tersebut, yaitu penyebab, dampak serta upaya pelestarian hutan di Indonesia.

3.2  Saran
Informasi mengenai bentuk pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian hutan di Indonesia sebaiknya disebarluaskan lagi melalui forum-forum kemasyarakatan. Selain itu, mengintensifkan publikasi melalui media lainnya seperti TV, radio, koran, dll. Sehingga masyarakat luas lebih mengetaui tentang pentingnya pelestarian lingkungan terhadap perkembangan kehidupan masyarakat agar tercipta kehidupan yang nyaman dan bersih serta terhindar dari berbagai bencana alam. Pada akhirnya, masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan peduli akan lingkungan dalam kehidupannya.


Referensi
            Organisasi. Orang Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
            Mimpi22’s Blog

Bisnis di Indonesia


Bisnis di Indonesia
Indonesia Lahan Potensial bagi Investor  
Indonesia dinilai masih menjadi lahan yang menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Hal ini dikarenakan  pasar di Indonesia besar, sumber daya melimpah, dan tenaga kerja mencukupi. Dari aspek itu saja, Indonesia sudah memiliki daya tarik investasi yang besar.
Selain itu, ketidakstabilan perekonomian dibeberapa negara seperti  Eropa dan Amerika pada saat ini akhirnya juga mendorong beralihnya sejumlah investasi ke negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. Secara teori, Indonesia juga dinilai sangat berpeluang  memperoleh investment grade. Namun begitu, Indonesia belum bisa memperoleh pengakuan di level internasional karena ada beberapa faktor yang menghambat. Beberapa aspek yang dinilai menjadi penghambat Indonesia memperoleh investment grade ataupun bagi investor untuk berinvestasi, di antaranya keadaan infrastruktur yang tidak memadai, proses perijinan yang berbelit, ataupun kepastian birokrasi. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat segera membenahi sejumlah aspek tersebut jika ingin mempercepat atau memperbesar realisasi investasi ke Indonesia.
Jika dilihat dari porsi investasi asing dan domestic, ada ketimpangan yang sangat besar. Porsi investasi asing di Indonesia saat ini sekitar 80 persen jika dibandingkan investasi domestik yang sekitar 20 persen. Perbandingan yang sangat timpang tersebut menggambarkan perekonomian Indonesia yang terlalu bergantung pada investasi asing.Pemerintah diharapkan bisa memberi sejumlah kemudahan bagi para investor domestik, contohnya dalam hal bantuan pembebasan lahan,  jaminan bagi hasil yang menarik, ataupun bantuan penguasaan lahan. Melalui bantuan tersebut, diharapkan pada tahun 2025 porsi investasi domestik bisa sebanding dengan investasi asing.

Referensi:http://tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/11/14/brk,20111114-366538,id.html

Hari Anak Nasional


Peran Orang Tua dalam Memperingati Hari Anak Nasional

          Puluhan anak di Kota Bogor  mengikuti serangkaian lomba yang diselenggarakan di Balai Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari Jumat 23 Juli 2010. Peringatan ini ditujukan kepada seluruh anak-anak Indonesia khususnya anak-anak Kota bogor agar dapat menggunakan kesempatan untuk mengasah bakat yang dimiliki ini. Seorang ibu bernama Rosmani (35tahun) dan anaknya bernama William Hendry (10tahun) menjadi salah seorang peserta dalam acara ini. Sang ibu mendaftarkan anaknya untuk mengikuti lomba tersebut dikarenakan anaknya memiliki keberanian dan rasa ingin tau yang sangat dalam tentang berbagai hal.
          Dalam kesempatan ini, ibu Rosmani menegaskan bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus benar-benar dijaga dengan baik. Peringatan Hari Anak Nasional itu sendiri harus dilaksanakan setiap tahunnya agar anak-anak tahu mengenai hak dan kewajibannya sebagai anak khususnya sebagai pelajar. Beliau sangat setuju dengan program yang diselenggarakan oleh Pemkot Bogor ini agar pengetahuan anaknya dapat meningkat dengan mengikuti salah satu lomba yaitu Edu-Kuis.
          “Saya ikut lomba disini karena saya merasa saya itu pintar dan saya yakin kalau saya pasti menang” kata William. Menurut ibu Rosmani, keberanian, rasa percaya diri dan optimism yang tinggi yang dimiliki William akan sangat membantu perkembangan anaknya dalam menghadapi pembelajaran di sekolah maupun diluar sekolah. Dalam hal ini, orang tua sangat berperan penting dalam memotivasi anak-anaknya untuk berprestasi. Selain orangtua, pemerintah pun ikut berperan dalam memberikan pengawasan terhadap perkembangan anak-anak Indonesia untuk memajukan kualitas pendidikan mereka, terutama bagi sebagian anak yang kurang mampu seperti anak jalanan untuk mendapatkan pendidikan yang layak agar generasi penerus bangsa dapat memajukan negara ini dikemudian hari.