Penyebab, Dampak dan Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Upaya pelestarian tersebut pun dilakukan agar mahluk hidup khususnya manusia dapat hidup dengan nyaman dan terhindar dari berbagai bencana alam yang dapat mengancam kelangsungan hidup mereka. Selain itu, upaya tersebut dilakukan agar kekayaan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin dan agar kekayaan sumber dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang inilah penulis ingin lebih dalam mengetahui tentang :
a) Apa penyebab kerusakan hutan di Indonesia?
b) Apa dampak kerusakan hutan di Indonesia?
c) Bagaimana upaya pelestarian hutan di Indonesia?
1.3 Tujuan Penulisan
a) Untuk mengetahui penyebab kerusakan hutan di Indonesia.
b) Untuk mengetahui dampak kerusakan hutan di Indonesia.
c) Untuk mengetahui upaya pelestarian hutan di Indonesia.
1.4 Metode Penulisan
Dalam karya ilmiah ini penulis menggunakan bahan-bahan dari internet.
2. Penyebab, Dampak dan Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
2.1 Penyebab Kerusakan Hutan di Indonesia
Selama sepuluh tahun terakhir, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun. Selain kebakaran hutan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997 yang membuat hamper 70 persen hutan trbakar, kerusajan hutan bertambah ketika penebangan liar marak terjadi. Penebangan liar telah merusak segalanya, mulai dari ekosistem hutan sampai perdagangan kayu hutan. Lantaran hanya dibebani ongkos tebang, tingginya penebangan liar juga membuat harga kayu rusak. Persaingan harga kemudian banyak membuat industry kayu resmi terpaksa gulung tikar.
Selain itu, lemahnya pengawasan lapangan penebangan resmi juga member andil tingginya laju kerusakan hutan di Indonesia. Penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan itu. Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar.
Indonesia memiliki harapan bahwa dengan ditebangnya hutan-hutan di Indonesia justru akan mendapatkan devisa yang banyak dan yang sebenarnya justru menguntungkan, tetapi sayangnya Indonesia salah menggunakan hutan. Pada kenyataannya, efek dari berkurangnya hutan ini pun meluas, tampak pada aliran sungai yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk hutan, sementara perburuan liar telah menurunkan populasi dari beberapa spesies yang mencolok, diantaranya orang utan, harimau Jawa dan Bali, serta badak Jawa dan Sumatera.
2.2 Dampak Kerusakan Hutan di Indonesia
Dengan semakin berkurangnya hutan di Indonesia, maka sebagian besar kawasan di Indonesia merupakan kawasan yang rentan akan bencana, seperti kekeringan maupun tanah longsor. Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan tumbuhan dan hewan yang beragam yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan juga merupakan sumber kehidupan bagi rakyat Indonesia. Hutan merupakan penghasilan makanan, obat-obatan, serta menjadi tempat hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Seiring dengan makin meningkatnya kerusakan hutan di Indonesia, semakin tinggi juga meningkatnya kerusakan hutan di Indonesia, semakin tinggi juga tingkat kemiskinan di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan tumbuhan dan hewan yang beragam yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Para ilmuan dari berbagai belahan dunia telah membuktikan hubungan langsung antara kerusakan hutan dengan bencana banjir dan longsor, konflik dengan masyarakat, hilangnya keanekaragaman hayati, timbulnya kebakaran hutan dan juga sebagai salah satu faktor pemicu perubahan iklim global.
2.3 Upaya Pelestarian Hutan di Indonesia
Berikut di bawah ini adalah teknik dan cara yang dapat di gunakan untuk menjaga hutan kita tetap terjaga dari tangan-tangan perusak jahat. Perambahan hutan tanpa perencanaan dan etika untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya sangatlah berbahaya karena dapat merusak alam dan habitat serta komunitas hewan yang ada di dalamnya.
a) Mencegah cara lading berpindah/perladangan berpindah-pindah
Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya, lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.
b) Waspada dan hati-hati terhadap api
Hindari membakar sampah, membuang puntung rokok, membuat api unggun, membakar semak, membuang obor, dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jika menyalakan api di dekat atau di dalam hutan harus di awasi dan di pantau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk. Kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan manusia dan hewan di sekitar lokasi kebakaran dan juga tempat yang jauh sekalipun jika asap terbawa angin kencang.
c) Reboisasi lahan gundul dan metode tebang pilih
Kombinasi kedua teknik adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh para pemilik sertifikan HPH (Hak Pengelolaan Hutan). Para perusahaan penebang pohon harus memilih-milih pohon mana yang sudah cukup umur dan ukuran untuk ditebang. Setelah menebang satu pohon sebaiknya diikuti dengan penanaman kembali beberapa bibit pohon untuk menggantikan pohon yang ditebang tersebut. Lahan yang telah gundul dan rusak karena berbagai hal juga diusahakan dilaksanakan reboisasi untuk mengembalikan pepohonan dan tanaman yang telah hilang.
d) Menempatkan penjaga hutan/polisi kehutanan
Dengan menempatkan satuan pengaman hutan yang jujur dan menggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mampu menekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagi para pelaku kejahatan hutan diberikan sanksi yang tegas dan dihukum sebrat-beratnya. Hutan adalah aset/harta suatu bangsa yang sangat berharga yang harus dipertahankan keberadaannya demi anak cucu dimasa yang akan datang.
3. Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan
Untuk mengetahui bentuk pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian hutan di Indonesia, kita harus mempelajari ketiga aspek yang menyangkut hal tersebut, yaitu penyebab, dampak serta upaya pelestarian hutan di Indonesia.
3.2 Saran
Informasi mengenai bentuk pelestarian lingkungan, khususnya pelestarian hutan di Indonesia sebaiknya disebarluaskan lagi melalui forum-forum kemasyarakatan. Selain itu, mengintensifkan publikasi melalui media lainnya seperti TV, radio, koran, dll. Sehingga masyarakat luas lebih mengetaui tentang pentingnya pelestarian lingkungan terhadap perkembangan kehidupan masyarakat agar tercipta kehidupan yang nyaman dan bersih serta terhindar dari berbagai bencana alam. Pada akhirnya, masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan peduli akan lingkungan dalam kehidupannya.
Referensi
Organisasi. Orang Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
Mimpi22’s Blog

Tidak ada komentar:
Posting Komentar