Time

Jumat, 27 April 2012

Kompas Kampus


Time Is Money
Ade Fajar Kurniawati, Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma

        Times Is Money (waktu adalah uang) adalah peribahasa lama yang sudah akrab ditelinga kita semua. Untuk kalangan mahasiswa waktu sering diabaikan begitu saja, padahal kalau mahasiswa tersebut berpikir cermat, tentu waktu-waktu yang mereka abaikan sangatlah merugikan, khususnya merugikan kantong mahasiswa tersebut. Jika satu mata kuliah terdiri dari tiga SKS yang per-SKS nya seharga Rp.100.000,- dan hanya berlangsung selama 120 menit setiap pertemuannya, sedangkan banyak dari teman-teman mahasiswa yang mengabaikan waktu yang sangat singkat itu. Contoh kasus, seorang mahasiswa datang ke ruang kelas dengan keterlambatan 30-60 menit, artinya mereka hanya mendapatkan pelajaran sebanyak 60 menit saja. Hal ini tentu sangat merugikan mahasiswa tersebut karena hanya untuk waktu yang singkat mereka harus mengeluarkan uang yang bagi kalangan mahasiswa cukup menguras kantong. Tentu keterlambatan kita sangat merugikan kita sendiri, khususnya orang tua yang selama ini membiayai kuliah kita.
        Namun pada kenyataannya, teman-teman mahasiswa jarang berpikir sampai sejauh ini. Mereka hanya menikmati masa-masa kuliah yang mereka anggap sangat menyenangkan tanpa harus berpikir bagaimana orang tua harus mencari uang untuk membiayai mereka semua. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada teman-teman mahasiswa dimana pun kalian berada, ayo kita membuat komitmen untuk lebih menghargai waktu, karena apa? Waktu adalah uang, dan walaupun uang bukanlah segalanya tapi pada kenyataannya segalanya membutuhkan uang. Jadi, ayo sama-sama kita menggunakan waktu yang ada seefisien mungkin agar lebih menghemat keuangan kita !!!!!

Sabtu, 21 April 2012

Tugas 6


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI

            Dalam setiap melakukan investasi, terdapat beberapa faktor utama yang sangat mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a)      Tingkat keuntungan yang akan diperoleh

Adanya keuntungan yang diperoleh akan memberikan gambaran kepada pihak perusahaan mengenai jenis-jenis investasi yang mempunyai prospek baik untuk dilaksanakan dan juga dapat menentukan besarnya investasi yang harus dilakukan untuk mewujudkan tambahan barang modal yang diperlukan. Selain itu, juga dapat menentukan jenis-jenis investasi yang mampu memberikan keuntungan kepada para pengusaha. 

b)     Perkiraan perekonomian dimasa mendatang

Saat memperkirakan keadaan ekonomi dimasa yang akan mendatang, setiap  perusahaan akan berpikir apakah keadaan ekonomi dimasa mendatang akan memberikan keuntungan yang besar sesuai dengan kegiatan ekonomi yang sedang dibuat atau direncanakan. Perkiraan-perkiraan tersebut meliputi stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi serta pertambahan pendapatan masyarakat. Apabila keadaan masa mendatang semakin baik, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan akan lebih terdorong untuk melakukan investasi yang telah atau sedang dirumuskan dan direncanakan. 

c)      Tingkat pendapatan nasional

Tingkat pendapatan nasional akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Misalnya, ketika pendapatan nasional tinggi akan memperbesar pendapatan masyarakat, sehingga akan memperbesar pula tingkat permintaan terhadap suatu barang dan jasa. Dengan demikian, keuntungan perusahaan akan bertambah tinggi dan hal ini juga akan mendorong kegiatan investasi yang lebih banyak. Dalam jangka panjang, apabila pendapatan nasional bertambah tinggi, maka investasi akan bertambah tinggi pula. 

d)     Kemajuan dan perkembangan teknologi

Faktor yang menentukan besarnya tingkat investasi yang akan dilakukan oleh para pengusaha adalah kegiatan untuk menggunakan penemuan-penemuan teknologi baru dalam proses produksi. Kegiatan para pengusaha untuk menggunakan teknologi yang baru dikembangkan dalam kegiatan produksi atau manajemen dikenal dengan istilah pembaruan atau inovasi. Semakin banyak perkembangan teknologi yang dibuat, semakin banyak pula kegiatan pembaruan yang akan dilakukan oleh para pengusaha. Untuk melaksanakan pembaruan-pembaruan, para pengusaha harus membeli barang-barang modal baru dan adakalanya juga harus mendirikan bangunan-bangunan pabrik industri yang baru. Sehingga dengan semakin banyak pembaruan yang dilakukan, semakin tinggi tingkat investasi yang akan tercapai. 
e)      Tingkat suku bunga

Suatu kegiatan investasi dapat dilakukan apabila tingkat pengembalian modal lebih besar atau sama dengan suku bunga. Sehingga semakin besar dana yang digunakan untuk kegiatan investasi maka jumlah uang yang disimpan di bank juga semakin besar. 



FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN & PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perubahan struktur  ekonomi suatu negara antara lain :
a. Barang Modal

            Agar ekonomi mengalami pertumbuhan, stok barang modal harus ditambah melalui investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar dari nol. Sebab jika sama dengan nol, perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya.

b. T
enaga Kerja
            Sampai saat ini, khususnya di negara sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang sangat dominan. Penambahan tenaga kerja umumnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan output. Namun, jumlah kerja kerja yang dapat dilibatkan dalam proses produksi akan semakin sedikit jika teknologi yang digunakan semakin tinggi.

c. Teknologi
            Penggunaan teknologi yang semakin tinggi sangat memacu pertumbuhan ekonomi, jika hanya dlihat dari peningkatan output. Melalui penggunaan teknologi yang tepat guna, manusia dapat memanfaatkan secara optimal potensi yang ada dalam diri dan lingkungannya.

d. Uang
            Dalam perekonomian modern. uang memegang peranan dan fungsi sentral. Uang bagi perekonomian ibarat darah dalam tubuh manusia Makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi, makin besar output yang lebih besar jika penggunaannya efisien.

e. Manajemen
            Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama bagi perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sistem manajemen yang baik terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak, uang yang berlimpah, dan teknolohi tinggi. Suatu perekonomian yang tidak terlalu mengandalkan teknologi tinggi, namun dengan manajemen yang baik, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Selain itu, seorang ahli ekonomi menyebutkan bahwa didalam teoti-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari faktor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku, enterpreneurship dan energi.  Akan tetapi, faktor penentu tersebut untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek. Faktor-faktor tersebut dikelompokan kedalam dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

·         Faktor-faktor Internal

a)      Faktor ekonomi, antara lain :
  •   Buruknya fundamental ekonomi nasional.
  •   Cadangan devisa.
  •   Hutang luar negeri dan ketergantungan impor.
  •   Sektor perbankan dan riil.
  •   Pengeluaran konsumsi.

b)      Faktor non ekonomi, antara lain :
  •   Kondisi politik, sosial dan keamanan.
  •   PMA dan PMDN.
  •   Pelarian modal ke luar negeri.
  •   Nilai tukar rupiah.

·         Faktor-faktor Eksternal

  •   Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia.






REFERENSI :

Kamis, 12 April 2012

Tugas 5


Upaya Pemerintah Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan


Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang di hadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini. Ia di pengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Faktor tersebut antara lain tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, akses barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan. Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, kemiskinan wajib untuk ditanggulangi, sebab jika tidak tertanggulangi akan dapat mengganggu pembanguan nasional. Kemiskinan di Indonesia jika dilihat dari potret pembangunan di Indonesia diantaranya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
·         Pemerataan pembangunan belum menyebar secara merata terutama di daerah perdesaan.
·         Masyarakat miskin belum mampu menjangkau pelayanan dan fasilitas dasar seperti pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi, serta transportasi.
·         Harga bahan pokok terutama beras cenderung berfluktuasi sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat miskin.

Bagaimana Upaya Pemerintah Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan di Indonesia?

Beberapa upaya yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain :
·         Pertama, menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
·         Kedua, mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin.
·         Ketiga, menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat.
·         Keempat, meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
·         Kelima, membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:

a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
•Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton.
•Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer.

b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin.
Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi     Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro.
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertingga.
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro.
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil.
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga.
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah.
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain:
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan.
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah.
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus.
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat..

d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs).
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA).
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi.
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.

e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA).
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).


Referensi:http://marx83.wordpress.com/2008/07/05/upaya-penanggulangan-kemiskinan/